CARA SETTING NOKEN AS / CAMSHAFT
Hay... bro..
kenalin gw Agus awaludin ,skarang gw masih sekolah di SMK N 5 KENDAL jurusan TSM (tehnik speda motor) ,bagi anak2 TSM pasti sudah nggak asing lagi kalau mendengar kata noken as / camshaft.
kita mengenal noken as / camshaft sebagai komponen di sepedamotor yang berfungsi untuk mengatur waktu kapan klep / valve membuka dan menutup ,maka kita menganggap bahwa noken as adalah sebagai jantungnya sepeda motor , yang menentukan tenaga , akselerasi serta kecepatan sepeda motor.
nha gw mau bagi ilmu cara setting noken as / camshaft

Bisa
dipahami, kerja utama dari noken as adalah untuk mengontrol waktu kapan klep
membuka dan menutup. Dimana lobe intake dan lobe exhaust bekerja secara
masing-masing. Jarak pemisah antar kedua lobe dinamakan Lobe Separation, karena
diukur dalam derajat maka disebut Lobe Separation Angle (Sudut Pemisah Lobe).
Lobe Separation diukur antara puncak intake lobe dengan puncak exhaust lobe.
Pada dasarnya berada di area separuh dari derajat putaran kruk As antara puncak
exhaust dengan puncak intake. Jika durasi tetap, memperbesar LSA sama dengan
memperkecil Overlap, sebaliknya menyempitkan LSA memperbesar Overlap.
“Bisanya, jika
semua faktor tetap, melebarkan LSA menghasilkan kurva torsi yang rata dan lebih
lebar yang bagus di RPM tinggi tapi membuat respon gas lambat” terang Billy
Godbold, desainer camshaft CompCamp USA. “Merapatkan LSA menghasilkan efek
berlawanan, membuat torsi memuncak, mesin cepat teriak, namun rentang tenaga
sempit.”
Ada beberapa
alasan merubah lobe separation untuk mempengaruhi performa mesin. Misal,
jika kamu memakai setang piston relatif lebih panjang, kondisi ini membuat
piston berada pada TMA lebih lama. Noken as dengan LSA lebar mungkin akan lebih
cocok untuk situasi ini.
OVERLAP : Posisi dimana kedua klep inlet /
exhaust sama-sama terbuka sedikit dan piston berada di TMA. Terjadi
di akhir langkah buang dimana klep Ex menutup dan diawal langkah hisap dimana
klep In mulai membuka. Selama periode Overlaping, port Ex dan port In dapat
“berkomunikasi” satu sama lain. Idealnya, kamu ingin menghasilkan efek agar
kabut bersih di Intake Port tersedot masuk ke ruang bakar oleh bantuan
kevakuman port Ex sehingga pengisian silinder dapat lebih efisien. Desain cam
dan kombinasi porting yang jelek akan menghasilkan efek sebaliknya, dimana gas
buang menyusup masuk melewati klep In terus ke dalam porting Intake.
Beberapa
faktor mempengaruhi seberapa banyak overlapping yang ideal pada mesinmu. Ruang
bakar yang kecil biasanya butuh overlap yang sedikit saja, dikarenakan didesain
untuk memaksimalkan Torsi di RPM rendah. Kebanyakan mesin balap saat ini
bergantung pada putaran mesin tinggi untuk memaksimalkan gear rasio, sehingga
overlap yang banyak justru membantu. Ketika RPM melonjak, klep in membuka dan
menutup semakin cepat. Jumlah udara dan bahan bakar yang besar harus dapat
dimasukkan ke ruang bakar dalam waktu yang singkat, oleh karenanya meningkatkan
durasi overlap membantu di proses ini.
Setang
piston / stroke yang panjang, menjadi mendadak popular di trek balap lurus,
memiliki efek yang sama dengan hanya mengatur LSA. Karena piston bertahan di
TDC semakin lama, ini membuat ruang bakara seakan mengecil untuk menerima
pasokan udara/bahan bakar. Karena itu, overlap yang lebih sedikit mampu mengisi
ruang bakar lebih baik. Selain mengurangi kevakuman dan potensi gas membalik,
kebanyakan Overlaping dalam mesin balap menghasilkan gas yang tidak terbakar
langsung menuju pipa knalpot, membuat mesin rakus bahan bakar. Untuk kebanyakan
balap jarak pendek, ini tidak menjadi masalah. Tapi jika kamu sedang balap
dengan jarak tempuh tinggi atau jumlah lap banyak hal ini akan memperbanyak
waktu masuk pitstop.
DURATION adalah waktu yang diukur dalam
derajat putaran kruk As, dimana –baik klep In maupun Ex- sedang terbuka.
Saat putaran
mesin meningkat, mesin seringkali mencapai poin dimana kesulitan mengisi
silinder dengan pasokan udara/bahan-bakar dalam waktu singkat saat klep in terbuka.
Hal yang sama terjadi saat ingin membuang gas sisa pembakaran. Jawaban singkat
atas masalah ini, buat klep In membuka lebih lama, yang berarti memperbesar
durasinya. Untuk memaksimalkan aliran saat langkah buang, banyak desainer cam
Extreme memulai klep membuka medekati posisi saat piston berada di
tengah-tengah langkah Usaha. Ini terlihat akan mengurangi tenaga yang
dihasilkan, tapi idenya adalah membuat klep Ex sudah terbuka penuh saat piston
berada di TMB akan melakukan langkah buang. Selama langkah usaha, ledakan
bahan-bakar sudah menggunakan sekitar 80 % dari tenaga untuk menendang piston
turun saat kruk as baru berputar 90 derajat atau saat piston berada di tengah
proses turun. Separuhnya lagi member efek yang sedikit untuk meningkatkan tenaga,
dan akan lebih baik jika dimanfaatkan untuk menbuang gas sisa pembakaran
sehingga udara yang terhisap masuk akan lebih bersih nantinya.
LIFTV.S.DURATIONV.S.ACCELERATIOn
Ini adalah
pernyataan yang seringkali kita dengar: Klep paling efisien dalam mengalirkan
udara (baik intake / exhaust) saat terbuka penuh. Kita harus membuang jauh
pikiran itu. Karena pernyataan itu berarti memberitahu kita bahwa untuk
menghasilkan performa mesin maksimal, waktu proses klep terangkat maupun saat
turun adalah sia-sia belaka. Seakan-akan klep harus terbuka penuh dalam waktu
cepat untuk menghasilkan flow maksimum, sedangkan klep harus cepat menutup
penuh untuk memampatkan kompresi.
Untuk
mendekati proses ini kebanyakan Extreme Racing Cam menjadi memiliki profil lobe
yang kelihatan konyol, sangat tajam sehingga membuka dan menutup klep dengan
cepat. Ini membutuhkan perklep lebih kuat, serta bobot rocker arm yang ringan
untuk menjaga kontrol klep, dan bahkan Engine Tuner serta Desainer Noken As
masih mencari cara konyol untuk membuka klep lebih cepat lagi.
Cam yang
super agresiv dengan lift tinggi memungkinkan kamu memperpendek durasi pada
situasi tertentu, dimana memang dapat membantu tenaga. “Agresif Ramp membantu
klep untuk mencapai puncak maksimum velocity lebih dini, memungkinkan lebih
banyak area untuk durasi. Mesin dengan airflow terbatas (karburator kecil)
kelihatan sangat menyukai profil yang agresif. Seakan-akan ini meningkatkan
sinyal untuk mendapatkan pasokan melewati batasan venturi tersebut. Waktu klep
menutup balik dengan cepat yang berarti memperpendek durasi klep in menutup
akan menghasilkan tekanan silinder lebih dahsyat.
Akselerasi
Ramp profil cam harus diperhatikan berdasarkan rocker arm masih menggunakan
plat datar atau telah memakai roller. Roller lebih mampu menerima akselerasi
tinggi dibandingkan rocker arm konvensional, sehingga gejala floating mampu
diminimalkan.
DURASI PADA
1 mm
Satu hal
yang membuat pusing banyak engineer adalah pabrikan noken as mencantumkan
durasi yang tidak jelas. Karena durasi yang diiklankan berbeda dengan durasi
saat noken as Di dial di mesin. Masalahnya banyak pabrikan memakai banyak
patokan untuk mengukur durasi. Oleh karenanya kita harus terbiasa memiliki
standard saat bicara durasi noken As, patokan angkatan klep 1mm adalah yang dipakai
dunia Internasional.
Biasanya,
klep belum mulai mengalirkan udara secara baik hingga mencapai angkatan
tertentu. Juga, perbedaan dalam hempasan noken as membuat semakin sulit untuk
mengukur momen klep mulai terangkat dari seating klep. Akhirnya, durasi pada
1mm dari lobe lift lebih mudah diukur dan membuat hidup semua orang lebih mudah
dalam menyeting cam timing di busur derajat. Lebih mudah mengukur durasi 1mm
daripada harus mencari tahu kapan klep benar-benar mulai terangkat. Saat
memakai busur derajat dan dial indicator, disini jauh lebih presisi untuk
menentukan durasi saat dial indicator menunjuk lift 1mm dibandingkan durasi
saat lift baru 0.10mm misalnya.”
ADVANCE V.S
RETARD CAM
Dengan
setingan timing cam special, kamu dapat merubah sudut noken as relative
terhadap kruk As. Memutar cam maju membuat event bukaan klep terjadi lebih
cepat, ini dinamakan Advance. Retard adalah kebalikannya. Yang perlu
diperhatikan batasan memajukan noken as adalah 4 derajat saja. Kebanyakan mesin
merespon lebih baik dengan sedikit advance. Seakan-akan mempercepat intake
membuka dan menutup. Semakin cepat intake menutup maka menambah tekanan
silinder sehingga respon mesin akan lebih bagus. Memajukan cam akan menambah
torsi di RPM bawah, tapi jika mesinmu sekarat sebelum finish, maka memundurkan
cam akan membantu menambah sedikit tenaga di putaran atas.
Beberapa
informasi yang kita berikan perlu digali lebih dalam lagi, namun jangan
khawatir. Berikut adalah tabel indicator perubahan cam dan efek yang biasanya
dihasilkan. Perlu diingat, setiap paket mesin adalah berbeda, sehingga hasilnya
dapat bervariasi. Ini hanyalah petunjuk umum saja.
.Cam Change:
|
Typical effect
|
Menambah LSA:
|
Powerbandlebih lebar, Power memuncak, Stasioner
lembut
|
Mengurangi LSA:
|
Meningkatkan Torsi menengah, Akselerasi cepat,
Powerband lebih sempit.
|
Durasi Tinggi:
|
Menggeser rentang tenaga lebih ke RPM atas
|
Durasi Rendah:
|
Menambah Torsi putaran bawah
|
Overlaping Banyak:
|
Meningkatkan sinyal ke Karburator, Boros konsumsi
bahan-bakar, rawan dorongan balik
|
Overlaping Sedikit:
|
Meningkatkan Respon RPM bawah, Irit bahan bakar,
rawan suhu mesin lebih panas
nha itu sedikit ilmu dari gw ....
jangan lupa like / share ya....
|